Sabtu, 02 Januari 2016

Ritual Januari: Kontemplasi dan Resolusi

Masyarakat Romawi kuno mengenal Janus, dewa yang dilambangkan dengan berkepala dua dan memandang ke dua arah, depan dan belakang sekaligus. Kepala yang satu berjanggut lebat dan menengok ke belakang, bermakna memeriksa cermat dan obyektif ke masa lalu. Kepala satunya lagi klimis dan memandang ke arah depan, bermakna menjelang masa yang akan datang dengan bersih dan percaya diri. Janus diyakini oleh masyarakat Romawi kuno untuk membuka tahun baru, maka namanya dipatri sebagai nama bulan pembuka tahun: Januari.



Bulan Januari adalah momentum yang tepat bagi kita untuk melakukan kontemplasi, mengambil hikmah secara obyektif dari histori masa lalu, untuk kemudian mensinergikan pikiran, tubuh dan jiwa, menghasilkan resolusi untuk menjelang masa depan dengan optimis. Kontemplasi dan resolusi di momen pergantian tahun dapat dilakukan sekaligus seperti tatapan Janus yang menghadap ke belakang dan ke depan secara bersamaan.

Kontemplasi
Banyak bersyukur atas apapun yang Tuhan Semesta Alam telah berikan kepada kita, adalah dasar utama ketika melakukan kontemplasi. Melepas hal-hal negatif melengkapi kesempurnaan dalam proses melihat lebih ke dalam diri kita.

Resolusi
Dalam perumusan resolusi, bisa dimulai dengan komunikasi kepada keluarga, sahabat, dan kerabat serta orang-orang yang berhubungan dengan kehidupan kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi untuk merumuskan target dan resolusi masa depan, akan memberi dampak psikologi positif bagi diri seseorang. Hal positif tersebut akan membangun antusiasme diri untuk menghadapi masa depan.

Resolusi akan membuat seseorang lebih fokus dalam mencapai tujuan hidup. Bukan sekedar sembarang resolusi, karena semua resolusi harus didesain secara realistis dan telah diukur sesuai kemampuan diri sehingga ada harapan target itu bisa tercapai. Target realistis dan mungkin tercapai karena bisa menghindarkan seseorang dari kemungkinan menghalalkan segala cara negatif untuk mewujudkan mimpi atau target yang terlalu muluk.

Nah, sudahkah anda melakukan kontemplasi dan membuat resolusi tahun ini?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar